REVIEW: SCOOP (2006)

Jumat, 17 Juni 2011

|

Oh my God... Woody Allen benar-benar jenius. Terhitung sudah puluhan film yang dia tangani, baik sebagai produser, sutradara, hingga penulis cerita. Tidak sedikit juga film-film yang dia tangani penuh merangkap ketiga tugas tersebut bahkan ikut terlibat sebagai pemain dalam film-film yang dia tangani. Allen sudah berkecimpung dalam industri perfilman sejak tahun 1950, dan dia merupakan salah satu tokoh yang sangat saya kagumi dalam industri ini. Kali ini film yang saja saya saksikan adalah Scoop, yang juga ditangani penuh oleh Allen dan dia juga tampil sebgai salah satu tokoh penting dalam keseluruhan cerita Scoop.

Entah kenapa, sepertinya Allen sudah merasa sangat klik dengan Scarlett Johanson. Setelah mengajak Johanson tampil di Scoop, Allen kembali mengikutsertakan Johanson dalam Vicky Christina Barcelona (2008). Memang penampilan Johanson dalam Scoop sangat memuaskan. Hampir sebagian besar film yang dibintangi olehnya dia selalu sukses menurut saya. Hampir tidak pernah saya kecewa dengan akting Johanson. Selain dapat melihat Johanson, kita juga dapat menyaksikan Wolverine dalam casing yang lain. Ya, Hugh Jackman berperan sebgai seorang pria kalangan atas yang sangat terhormat dan disegani serta memiliki ke-charming-an yang tidak dapat dipungkiri oleh para kaum wanita.

"Joe Strombel (Ian Mcshane) seorang jurnalis senior yang mengidap sebuah penyakit yang akhirnya meninggal dunia. Tentu saja banyak yang merasa kehilangan atas meninggalnya Strombel. Di alam kematiannya, arwah Strombel bertemu dengan seseok arwah wanita yang mengaku sebagai asisten pribadi dari Peter Lyman (Hugh Jackman) dan merasa dirinya telah diracuni oleh Lyman hingga dia meninggal dunia.
Arwah Strombel pun mendatangi Sondra Pransky (Scarlett Johanson), seorang mahasiswa yang mengambil jurusan jurnalistik. Pada saat ini Pransky sedang menonton pertunjukkan sulap Sid Waterman (Woody Allen) bersama dengan temannya. Ketika Sid menunjuk Sondra untuk naik ke panggung menjadi relawan dalam trik sulapnya Pransky tidak dapat menolak. Waterman meminta Pransky untuk masuk ke sebuah kotak di mana nanti dia akan menyulap Pransky menjadi menghilang dari kotak tersebut. Di kotak itulah Pransky didatangi oleh arwah Strombel. Strombel menceritakan berita yang dia dapatkan dari asisten pribadi Lyman mengenai siapa  dalang di balik pembunuhan yang saat itu sedang merebak beritanya. Pransky merasa bingung dengan kejadian yang menimpanya dan dia berada di dalam keadaan antara percaya-tidak percaya dengan berita yang baru saja dia dapatkan. Untuk membuktikan kebenaran berita yang dia dapatkan dari arwah Strombel maka pransky meminta bantuan Waterman untuk kembali mengijinkan dia masuk ke kotak sulapnya agar dapat bertemu lagi dengan arwah Strombel. Hal yang mengejutkan pun terjadi, ternyata bukan hanya Pransky saja yang bisa melihat arwah Strombel, Waterman juga dapat melihat Strombel. Dari sinilah terjadi kerja sama antara Pransky dan Strombel. Mereka bersama-sama berusaha membuktikan siapa Lyman sebenarnya."

Scoop memiliki jalan cerita yang unik dan menarik untuk diikuti. Hal ini masih ditambah lagi dengan kekuatan naskah yang ditulis oleh Allen sendiri. Benar-benar dapat menimbulkan gelak tawa di beberapa bagian, bahkan bukan hanya gelak tawa saja yang akan kita dapatkan dari Scoop melainkan kita juga akan merasakan deg-degan dan penasaran mengenai siapa sebenarnya tokoh Lyman. Kekurangan Allen dalam bagian ini hanya pas di akhir cerita terasa cerita seperti terpaksa untuk dipanjang-panjangkan saja. Allen memilih untuk membuat ending yang terasa kurang menggigit dengan memutar-mutar cerita.

Akting Scarlett Johanson membuat saya terpukau dengannya untuk kesekian kali. Jelas Scoop memang bukan film terbaik yang dimainkan olehnya, namun kita juga tidak dapat menghindari kenyataan bahwa Johanson terlihat mampu memainkan karakter Sondra Pransky dengan total. Karakter Sondra Pransky memang terasa masih kurang dinamikanya dari pada ketika dia memerankan tokoh Charlotte di Lost in Translation (2003) dan Pursy Will di A Love Song for Bobby Long (2004).

Scoop bukan pertama kalinya mempertemukan Johanson dengan Jackman. Sebelumnya mereka juga sudah pernah beradu akting dalam film The Prestige (2006). The Prestige sendiri merupakan salah satu film terhebat yang pernah saya saksikan, bahkan film tersebut juga menuai banyak pujian dari para kritikus film. Hugh Jackman sendiri seperti sudah tidak dapat kita pisahkan dari karakter Wolverine yang sudah dia mainkan sejak tahun 2000 lalu. Hebatnya, Jackman ternyata bisa melepas jauh-jauh karakter Wolverine dari dalam dirinya sehingga kita tidak akan melihat dia seperti itu di dalam film-filmnya yang lain. Dalam Scoop pun Hugh Jackman berhasil keluar dari karakter Wolverine. Banyaknya film, genre, peran yang sudah pernah dia mainkan membuat akting Jackman menjadi semakin terasah dan akhirnya dia juga sukses membawakan karakter Peter lyman dengan baik. Namun dalam filmnya kali ini saya masih merasa kalau Jackman seperti kurang lepas aktingnya. Padahal dia menjadi salah satu tokoh utama dalam film ini. Selain itu, karakter Jackman sendiri juga kurang diceritakan dengan lebih mendetail. Allen lebih sibuk menceritakan tokoh Lyman dari segi status sosialnya. Kita tidak dapat melihat bagaimana keseharian Lyman selama ini.

Intinya adalah Scoop merupakan produk karya Allen yang cukup sukses karena dapat menghibur penonton dengan genre-nya yang berani berbeda dengan genre drama komedi romantis lainnya.

Happy Watching..








0 komentar:

Posting Komentar

It's About What???

2006 (3) 2007 (1) 2008 (5) 2009 (4) 2010 (37) 2011 (43) 3D (4) Academy Awards (2) Action (13) Adam Sandler (1) Adventure (1) Alex Pettyfer (1) Amanda Seyfried (3) Amber Heard (2) Amy Adams (1) Andrew Garfield (1) Angelina Jolie (1) Anne Hathaway (2) Ashton Kutcher (1) Asian (6) Ben Affleck (2) Ben Stiller (1) Biography (4) Blake Lively (1) Bruce Willis (2) Cam Gigandet (1) Cameron Diaz (1) Chloë Moretz (1) Chris Cooper (1) Chris Pine (1) Christian Bale (1) Christina Aguilera (1) Christina Ricci (1) CIA (1) Colin Firth (1) Comedy (10) Crime (11) Dakota Fanning (1) Dance (1) Daniel Radcliffe (1) Denzel Washington (1) Documenter (1) Drama (49) Drew Barrymore (2) Dustin Hoffman (1) Dwayne Johnson (1) Education (1) Emma Roberts (1) Emma Watson (1) Erotic (1) Facebook (2) Family (16) Fantasy (11) Fiction (4) Game (1) Game Online (1) Geoffrey Rush (1) Gerrard Butler (1) Halle Berry (1) Han Ji-Hye (1) Hayden Panettiere (1) Helena Bonham-Carter (1) History (1) Horror (20) India (1) Jake Gyllenhaal (1) Jalan-jalan (1) Jason Statham (1) Jennifer Aniston (1) Jennifer Lopez (1) Jepang (2) Jesse Eisenberg (2) Jessica Alba (1) Johny Depp (1) Josh Duhamel (1) Julia Roberts (1) June (1) Justin Long (2) Justin Timberlake (1) Kate Beckinsale (1) Katherine Heigl (1) Keira Knightley (1) Kevin Costner (1) Kristen Bell (2) Lee Chun-Hee (1) Lee Hwi-Hyang (1) Leighton Meester (1) Liam Neeson (1) Life As We Know It (2) Lippo Cikarang (1) Little Fockers (1) Logan Lerman (1) Ludacris (1) March (1) Mark Wahlberg (1) Mark Zuckerberg (1) Mary-Kate Olsen (1) Michelle Williams (1) Mila Kunis (1) Morgan Freeman (1) Movie (64) Movie Release (3) MTV Movie Awards (1) Musical (1) Mystery (11) Naomi Watts (1) Natalie Portman (2) Nicholas Cage (1) Nicole Kidman (1) November (1) Oscar (2) Owen Wilson (2) Psikologis (3) Ray Winstone (1) Rebeca Hall (1) Review (61) Robert De Niro (2) Romance (14) Rosario Dawson (1) Rupert Grint (1) Russel Crowe (1) Ryan Gosling (1) Ryan Reynolds (1) Sam Rockwell (1) SciFi (3) Sean Penn (1) South Korea (3) Sport (1) Synopsis (10) Thailand (1) Thriller (25) Tommy Lee Jones (1) Vanessa Hudgens (1) Waterboom (1)

Count Me In....

Diberdayakan oleh Blogger.
 
blog-indonesia.com