REVIEW: A MILLIONAIRE'S FIRST LOVE (2006)

Minggu, 12 Juni 2011

|

Saya memang tidak terlalu concern dengan film-film Korea, tapi saya tetap suka nonton film korea walaupun tidak sesering menonton film Hollywood. Satu hal yang pasti saya akui dari dunia perfilman Korea adalah mereka mampu membuat film drama dengan sangat baik, entah itu drama keluarga ataupun drama percintaan (remaja). Hal ini bisa kita lihat dari menjamurnya film-film seri Korea yang sangat digandrungi oleh masyarakat, terutama di kawasan Asia sendiri. Selain film series, film lepasnya pun banyak mendapat pujian dari berbagai kalangan, bahkan di imdb sendiri banyak film Korea yang mendapat bintang 7 ke atas. Padahal untuk film Hollywood aja terasa sangat sulit untuk menembus bintang 7 tersebut. Hal ini tentu saja harus menjadi perhatian tersendiri bagi para pemerhati film mengenai kualitas film-film Korea yang harus diakui. Salah satu film drama Korea yang juga terbilang sukses dan mendapat berbagai pujian dari para penontonnya adalah A Millionaire's First Love yang sudah dirilis tahun 2006 lalu.

A Millionaire's First Love disutradari oleh Tae-gyun Kim yang sebelumnya sudah pernah menyutradarai Romance of Their Own (2004), Crossing (2008), Higanjima (2009), dan A Barefoot Dream (2010).  Untuk mengisi bintang-bintang utamanya, A Millionaire's First Love memilih Hyun Bin dan Yeon-hee Lee. Untuk kualitas akting Hyun Bin saya rasa sudah cukup baik karena dia sudah cukup banyak tampil di berbagai film, seperti My Lovely Sam-Soon (2005), Snow Queen (2007), Late Autumn (2010), Secret Garden (2010), dan yang paling baru adalah Come Rain, Come Shine (2011). Sedangkan Yeon-hee Lee dapat kita lihat aktingnya dalam film Revenge (2005), M (2007), My Love (2007), East of Eden (2008), dan Hello, Schoolgirl (2008).

"Tinggal bersama dengan kakek yang sangat kaya raya dan menjadi cucu semata wayang membuat Kang Jae-Kyung (Hyun Bin) tumbuh menjadi seseorang yang angkuh, besar kepala, dan tentu saja boros. Ketika kakeknya meninggal dunia, Jae-Kyung sangat percaya diri bahwa perusahaan-perusahaan kakeknya akan dipindahtangankan kepada dirinya. Namun surat wasiat kakeknya berbicara lain. Melalui kuasa hukum kakeknya, sang kakek sudah membuat surat wasiat yang berisikan Jae-Kyung harus pindah sekolah ke daerah pedalaman jika ingin mendapatkan kekuasaan dari kakeknya. Bukan hanya itu saja, Jae-Kyung juga harus rela hidup tanpa kemewahan yang seperti selama ini dia dapatkan. Demi menjaga gengsinya maka Je-Kyung mau menerima surat wasiat dari kakeknya tersebut.
Di daerah pedalaman itu sudah ditentukan sekolah mana yang harus Jae-Kyung tempati, yaitu di sebuah sekolah yang ternyata kepala sekolahnya adalah teman akrab dari kakeknya yang memang sudah diwasiatkan untuk mendidik Jae-Kyung jika dia meninggal. Tentu saja hal ini tidak diketahui Jae-Kyung. Merasa tidak kerasan maka Je-Kyung mencoba berbagai macam cara untuk membuat dirinya dapat segera keluar dari sekolah tersebut, mulai dari mencari gara-gara dengan salah satu teman sekelasnya hingga berusaha menyogok sang kepala sekolah agar mengijinkan dia untuk pergi dari sana. Semua hal tersebut sia-sia saja karena Jae-Kyung tetap harus menerima kenyataan dirinya yang mau tidak mau harus menetap di sana.
Hari-hari Je-Kyung hari demi hari berubah menjadi lebih menyenangkan ketika dia mencoba untuk mengenal lebih ajuh seorang gadis yang sebelumnya sudah pernah ia temui di hotel kepunyaan kakeknya di mana saat itu dia mengira Choi Eun-Hwan merupakan gadis panggilan. Di saat hubungan mereka menjadi semakin dalam dan dekat Jae-Kyung menerima sebuah kenyataan lagi yang menyakitkan, yaitu Eun-Hwan mengidap penyakit jantung yang kapan saja dapat membunuhnya. Dokter yang mengurus Eun-Hwan bahkan meminta Je-Kyung untuk menjauh dari Eun-Hwan karena Eun-Hwan tidak boleh meraskan suatu perasaan yang berlebih, baik itu perasaan sedih maupun perasaan senang. Hal itu dapat membuat jantung Eun-Hwan berhenti berdegup dan menyebbakan kematian pada dirinya.
Terang saja Jae-Kyung tidak tinggal diam melihat gadisnya sedang sekart. Dia berusaha memenuhi semua permintaan Eun-Hwan. Satu-satunya hal yang diminta oleh Eun-Hwan adalah dia menginginkan membeli sebuah rumah yang memiliki banyak kaca seperti rumah yang saat ini ditempati oleh anak-anak panti asuhannya. Namun karena tersandung dengan masalah perijinin bangunan tersebut yang sebenarnya dimiliki oleh kakeknya Jae-Kyung maka rumah panti asuhan itu dalam waktu dekat akan segera digusur. Jae-Kyung memikirkan cara untuk mendapatkan ijin penuh panti asuhan itu dengan cara membeli panti asuhan tersebut. Sayangnya keadaan Jae-Kyung tidak memungkinkan untuk membeli panti asuhan tersebut karena dia tidak memiliki uang sepeser pun. Satu-satunya jalan agar Jae-Kyung dapat membeli panti asuhan itu adalah dengan cara merelakan melepas 99% dari total semua kekayaan kakeknya dan dia hanya mendapatkan 1% kekayaan tersebut. Demi memenuhi permintaan terakhir Eun-Hwan maka Jae-Kyung rela hanya mendapatkan 1% dari kekayaan kakeknya di mana uang tersebut akan dia gunakan untuk membeli rumah panti asuhan tersebut."

Seperti semua film drama romantis Korea lainnya, sebelum pemeran utama pria dan wanita benar-benar merasa jatuh cinta selalu diawali dengan pertengkaran demi pertengkaran di awalnya. Tentu saja gaya seperti ini sudah menjadi ciri khas dari semua film drama romantis Korea. Walau begitu, hal seperti inilah yang selalu berhasil menjadi daya tarik bagi para penonton untuk menonton film-film Korea. Selain itu, dengan adanya pertengkaran-pertengakaan tersebut membuat film tersebut menjadi lebih berwarna dan tidak jarang dapat membangkitkan gejolak senyum maupun tawa para penonton. Hal seperti ini lah yang juga saya pastikan ada dalam A Millionaire's First Love.

Entah mengapa saya juga merasa kalau film Korea terlalu sering mengangkat cerita mengenai salah satu pemain utamanya yang terkena penyakit ganas dan pasti berakhir dengan kematian. Well.. dengan menyelipkan cerita seperti ini drama Korea memang selalu berhasil menguras emosi para penontonnya dan satu hal lagi yang harus saya akui dari film-film Korea adalah mereka selalu berhasil mengemas film drama menjadi sangat menyentuh emosi dari para penontonnya.

A Millionaire's First Love sebenarnya memiliki jalan cerita yang sederhana dan tidak terlalu berat sehingga membuat film ini menjadi mudah untuk diikuti dan dinikmati penonton. Namun untuk alurnya sendiri menurut saya film ini memmiliki alur yang lambat. Sebenarnya saya termasuk orang yang tidak terlalu suka dengan film-film yang memiliki alur lambat, karena di beberapa adegan akan terasa sangat bertele-tele bahkan tidak jarang membuat sebuah film menjadi melebar ke mana-mana ceritanya.

Dengan menawarkan cerita yang cukup menarik maka A Millionaire's First Love dapat dengan mudah mendapatkan tempat di hati para pencinta film drama.

Happy Watching...









3 komentar:

Talk Fredy mengatakan...

This Movie is Awesome !!

Unknown mengatakan...

Sumpah... Udah lebih 40x nonton ni film kagak bosen2 gue. Ciamik sekali

Rapier Randy mengatakan...

Sumpah... Udah lebih 40x nonton ni film kagak bosen2 gue. Ciamik sekali

Posting Komentar

It's About What???

2006 (3) 2007 (1) 2008 (5) 2009 (4) 2010 (37) 2011 (43) 3D (4) Academy Awards (2) Action (13) Adam Sandler (1) Adventure (1) Alex Pettyfer (1) Amanda Seyfried (3) Amber Heard (2) Amy Adams (1) Andrew Garfield (1) Angelina Jolie (1) Anne Hathaway (2) Ashton Kutcher (1) Asian (6) Ben Affleck (2) Ben Stiller (1) Biography (4) Blake Lively (1) Bruce Willis (2) Cam Gigandet (1) Cameron Diaz (1) Chloë Moretz (1) Chris Cooper (1) Chris Pine (1) Christian Bale (1) Christina Aguilera (1) Christina Ricci (1) CIA (1) Colin Firth (1) Comedy (10) Crime (11) Dakota Fanning (1) Dance (1) Daniel Radcliffe (1) Denzel Washington (1) Documenter (1) Drama (49) Drew Barrymore (2) Dustin Hoffman (1) Dwayne Johnson (1) Education (1) Emma Roberts (1) Emma Watson (1) Erotic (1) Facebook (2) Family (16) Fantasy (11) Fiction (4) Game (1) Game Online (1) Geoffrey Rush (1) Gerrard Butler (1) Halle Berry (1) Han Ji-Hye (1) Hayden Panettiere (1) Helena Bonham-Carter (1) History (1) Horror (20) India (1) Jake Gyllenhaal (1) Jalan-jalan (1) Jason Statham (1) Jennifer Aniston (1) Jennifer Lopez (1) Jepang (2) Jesse Eisenberg (2) Jessica Alba (1) Johny Depp (1) Josh Duhamel (1) Julia Roberts (1) June (1) Justin Long (2) Justin Timberlake (1) Kate Beckinsale (1) Katherine Heigl (1) Keira Knightley (1) Kevin Costner (1) Kristen Bell (2) Lee Chun-Hee (1) Lee Hwi-Hyang (1) Leighton Meester (1) Liam Neeson (1) Life As We Know It (2) Lippo Cikarang (1) Little Fockers (1) Logan Lerman (1) Ludacris (1) March (1) Mark Wahlberg (1) Mark Zuckerberg (1) Mary-Kate Olsen (1) Michelle Williams (1) Mila Kunis (1) Morgan Freeman (1) Movie (64) Movie Release (3) MTV Movie Awards (1) Musical (1) Mystery (11) Naomi Watts (1) Natalie Portman (2) Nicholas Cage (1) Nicole Kidman (1) November (1) Oscar (2) Owen Wilson (2) Psikologis (3) Ray Winstone (1) Rebeca Hall (1) Review (61) Robert De Niro (2) Romance (14) Rosario Dawson (1) Rupert Grint (1) Russel Crowe (1) Ryan Gosling (1) Ryan Reynolds (1) Sam Rockwell (1) SciFi (3) Sean Penn (1) South Korea (3) Sport (1) Synopsis (10) Thailand (1) Thriller (25) Tommy Lee Jones (1) Vanessa Hudgens (1) Waterboom (1)

Count Me In....

Diberdayakan oleh Blogger.
 
blog-indonesia.com